AL-ANBIYA
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اِقْتَرَبَ لِلنَّا سِ حِسَا بُهُمْ وَهُمْ فِيْ غَفْلَةٍ مُّعْرِضُوْنَ
"Telah semakin dekat kepada manusia perhitungan amal mereka, sedang mereka dalam keadaan lalai (dengan dunia), berpaling (dari akhirat)."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 1)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
مَا يَأْتِيْهِمْ مِّنْ ذِكْرٍ مِّنْ رَّبِّہِمْ مُّحْدَثٍ اِلَّا اسْتَمَعُوْهُ وَهُمْ يَلْعَبُوْنَ
"Setiap diturunkan kepada mereka ayat-ayat yang baru dari Tuhan, mereka mendengarkannya sambil bermain-main."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 2)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
لَاهِيَةً قُلُوْبُهُمْ ۗ وَاَ سَرُّوا النَّجْوَى ۖ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا ۖ هَلْ هٰذَاۤ اِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ ۚ اَفَتَأْتُوْنَ السِّحْرَ وَاَ نْتُمْ تُبْصِرُوْنَ
"hati mereka dalam keadaan lalai. Dan orang-orang yang zalim itu merahasiakan pembicaraan mereka, "(Orang) ini (Muhammad) tidak lain hanyalah seorang manusia (juga) seperti kamu. Apakah kamu menerimanya (sihir itu) padahal kamu menyaksikannya?""
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 3)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
قٰلَ رَبِّيْ يَعْلَمُ الْقَوْلَ فِى السَّمَآءِ وَا لْاَ رْضِ ۖ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
"Dia (Muhammad) berkata, "Tuhanku mengetahui (semua) perkataan di langit dan di bumi, dan Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui!""
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 4)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
بَلْ قَا لُوْۤا اَضْغَا ثُ اَحْلَا مٍۢ بَلِ افْتَـرٰٮهُ بَلْ هُوَ شَا عِرٌ ۚ فَلْيَأْتِنَا بِاٰ يَةٍ كَمَاۤ اُرْسِلَ الْاَ وَّلُوْنَ
"Bahkan mereka mengatakan, "(Al-Qur'an itu buah) mimpi-mimpi yang kacau, atau hasil rekayasanya (Muhammad), atau bahkan dia hanya seorang penyair, cobalah dia datangkan kepada kita suatu tanda (bukti), seperti halnya rasul-rasul yang diutus terdahulu.""
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 5)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
مَاۤ اٰمَنَتْ قَبْلَهُمْ مِّنْ قَرْيَةٍ اَهْلَـكْنٰهَا ۚ اَفَهُمْ يُؤْمِنُوْنَ
"Penduduk suatu negeri sebelum mereka, yang telah Kami binasakan, mereka itu tidak beriman (padahal telah Kami kirimkan bukti). Apakah mereka akan beriman?"
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 6)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَمَاۤ اَرْسَلْنَا قَبْلَكَ اِلَّا رِجَا لًا نُّوْحِيْۤ اِلَيْهِمْ فَسْــئَلُوْۤا اَهْلَ الذِّكْرِ اِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ
"Dan Kami tidak mengutus (rasul-rasul) sebelum engkau (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah kepada orang yang berilmu, jika kamu tidak mengetahui."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 7)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَمَا جَعَلْنٰهُمْ جَسَدًا لَّا يَأْكُلُوْنَ الطَّعَا مَ وَمَا كَا نُوْا خٰلِدِيْنَ
"Dan Kami tidak menjadikan mereka (rasul-rasul) suatu tubuh yang tidak memakan makanan, dan mereka tidak (pula) hidup kekal."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 8)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
ثُمَّ صَدَقْنٰهُمُ الْوَعْدَ فَاَ نْجَيْنٰهُمْ وَمَنْ نَّشَآءُ وَاَ هْلَكْنَا الْمُسْرِفِيْنَ
"Kemudian Kami tepati janji (yang telah Kami janjikan) kepada mereka. Maka Kami selamatkan mereka dan orang-orang yang Kami kehendaki, dan Kami binasakan orang-orang yang melampaui batas."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 9)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
لَقَدْ اَنْزَلْنَاۤ اِلَيْكُمْ كِتٰبًا فِيْهِ ذِكْرُكُمْ ۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ
"Sungguh, telah Kami turunkan kepadamu sebuah Kitab (Al-Qur'an) yang di dalamnya terdapat peringatan bagimu. Maka apakah kamu tidak mengerti?"
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 10)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَكَمْ قَصَمْنَا مِنْ قَرْيَةٍ كَا نَتْ ظَا لِمَةً وَّاَنْشَأْنَا بَعْدَهَا قَوْمًا اٰخَرِيْنَ
"Dan berapa banyak (penduduk) negeri yang zalim yang telah Kami binasakan dan Kami jadikan generasi yang lain setelah mereka itu (sebagai penggantinya)."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 11)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
فَلَمَّاۤ اَحَسُّوْا بَأْسَنَاۤ اِذَا هُمْ مِّنْهَا يَرْكُضُوْنَ
"Maka ketika mereka merasakan azab Kami, tiba-tiba mereka melarikan diri dari (negerinya) itu."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 12)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
لَا تَرْكُضُوْا وَ ارْجِعُوْۤا اِلٰى مَاۤ اُتْرِفْتُمْ فِيْهِ وَمَسٰكِنِكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْـئَلُوْنَ
"Janganlah kamu lari tergesa-gesa; kembalilah kamu kepada kesenangan hidupmu dan tempat-tempat kediamanmu (yang baik) agar kamu dapat ditanya."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 13)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
قَا لُوْا يٰوَيْلَنَاۤ اِنَّا كُنَّا ظٰلِمِيْنَ
"Mereka berkata, "Betapa celaka kami, sungguh, kami orang-orang yang zalim.""
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 14)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
فَمَا زَا لَتْ تِّلْكَ دَعْوٰٮهُمْ حَتّٰى جَعَلْنٰهُمْ حَصِيْدًا خٰمِدِيْنَ
"Maka demikianlah keluhan mereka berkepanjangan sehingga mereka Kami jadikan sebagai tanaman yang telah dituai, yang tidak dapat hidup lagi."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 15)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَمَا خَلَقْنَا السَّمَآءَ وَا لْاَ رْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا لٰعِبِيْنَ
"Dan Kami tidak menciptakan langit dan bumi dan segala apa yang ada di antara keduanya dengan main-main."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 16)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
لَوْ اَرَدْنَاۤ اَنْ نَّـتَّخِذَ لَهْوًا لَّا تَّخَذْنٰهُ مِنْ لَّدُنَّاۤ ۖ اِنْ كُنَّا فٰعِلِيْنَ
"Seandainya Kami hendak membuat suatu permainan (istri dan anak), tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami, jika Kami benar-benar menghendaki berbuat demikian."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 17)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
بَلْ نَـقْذِفُ بِا لْحَـقِّ عَلَى الْبَا طِلِ فَيَدْمَغُهٗ فَاِ ذَا هُوَ زَاهِقٌ ۗ وَلَـكُمُ الْوَيْلُ مِمَّا تَصِفُوْنَ
"Sebenarnya Kami melemparkan yang hak (kebenaran) kepada yang batil (tidak benar) lalu yang hak itu menghancurkannya, maka seketika itu (yang batil) lenyap. Dan celaka kamu karena kamu menyifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak pantas bagi-Nya)."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 18)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَلَهٗ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ ۗ وَمَنْ عِنْدَهٗ لَا يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَا دَتِهٖ وَلَا يَسْتَحْسِرُوْنَ
"Dan milik-Nya siapa yang di langit dan di bumi. Dan (malaikat-malaikat) yang di sisi-Nya, tidak mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak (pula) merasa letih."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 19)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
يُسَبِّحُوْنَ الَّيْلَ وَا لنَّهَا رَ لَا يَفْتُرُوْنَ
"Mereka (malaikat-malaikat) bertasbih tidak henti-hentinya malam dan siang."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 20)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اَمِ اتَّخَذُوْۤا اٰلِهَةً مِّنَ الْاَ رْضِ هُمْ يُنْشِرُوْنَ
"Apakah mereka mengambil Tuhan-Tuhan dari bumi, yang dapat menghidupkan (orang-orang yang mati)?"
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 21)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
لَوْ كَا نَ فِيْهِمَاۤ اٰلِهَةٌ اِلَّا اللّٰهُ لَـفَسَدَتَا ۚ فَسُبْحٰنَ اللّٰهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُوْنَ
"Seandainya pada keduanya (di langit dan di bumi) ada Tuhan-Tuhan selain Allah, tentu keduanya telah binasa. Maha Suci Allah yang memiliki 'Arsy, dari apa yang mereka sifatkan."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 22)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
لَا يُسْـئَـلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْئَــلُوْنَ
"Dia (Allah) tidak ditanya tentang apa yang dikerjakan, tetapi merekalah yang akan ditanya."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 23)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اَمِ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِهٖۤ اٰلِهَةً ۗ قُلْ هَا تُوْا بُرْهَا نَكُمْ ۚ هٰذَا ذِكْرُ مَنْ مَّعِيَ وَذِكْرُ مَنْ قَبْلِيْ ۗ بَلْ اَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ ۙ الْحَـقَّ فَهُمْ مُّعْرِضُوْنَ
"Atau apakah mereka mengambil Tuhan-Tuhan selain Dia? Katakanlah (Muhammad), "Kemukakanlah alasan-alasanmu! (Al-Qur'an) ini adalah peringatan bagi orang yang bersamaku dan peringatan bagi orang sebelumku." Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui yang hak (kebenaran), karena itu mereka berpaling."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 24)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَمَاۤ اَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَّسُوْلٍ اِلَّا نُوْحِيْۤ اِلَيْهِ اَنَّهٗ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ اَنَاۡ فَا عْبُدُوْنِ
"Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya, bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Aku maka sembahlah Aku."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 25)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَقَا لُوا اتَّخَذَ الرَّحْمٰنُ وَلَدًا سُبْحٰنَهٗ ۗ بَلْ عِبَا دٌ مُّكْرَمُوْنَ
"Dan mereka berkata, "Tuhan Yang Maha Pengasih telah menjadikan (malaikat) sebagai anak." Maha Suci Dia. Sebenarnya mereka (para malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan,"
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 26)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
لَا يَسْبِقُوْنَهٗ بِا لْقَوْلِ وَهُمْ بِاَ مْرِهٖ يَعْمَلُوْنَ
"mereka tidak berbicara mendahului-Nya dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 27)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَ لَا يَشْفَعُوْنَ ۙ اِلَّا لِمَنِ ارْتَضٰى وَهُمْ مِّنْ خَشْيَـتِهٖ مُشْفِقُوْنَ
"Dia (Allah) mengetahui segala sesuatu yang di hadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tidak memberi syafaat melainkan kepada orang yang diridai (Allah), dan mereka selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 28)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَمَنْ يَّقُلْ مِنْهُمْ اِنِّيْۤ اِلٰـهٌ مِّنْ دُوْنِهٖ فَذٰلِكَ نَجْزِيْهِ جَهَـنَّمَ ۗ كَذٰلِكَ نَجْزِى الظّٰلِمِيْنَ
"Dan barang siapa di antara mereka berkata, "Sungguh, aku adalah Tuhan selain Allah," maka orang itu Kami beri balasan dengan Jahanam. Demikianlah Kami memberikan balasan kepada orang-orang yang zalim."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 29)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اَوَلَمْ يَرَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْۤا اَنَّ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضَ كَا نَـتَا رَتْقًا فَفَتَقْنٰهُمَا ۗ وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَآءِ كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ ۗ اَفَلَا يُؤْمِنُوْنَ
"Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwa langit dan bumi keduanya dahulu menyatu kemudian Kami pisahkan antara keduanya; dan Kami jadikan segala sesuatu yang hidup berasal dari air; maka mengapa mereka tidak beriman?"
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 30)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَجَعَلْنَا فِى الْاَ رْضِ رَوَا سِيَ اَنْ تَمِيْدَ بِهِمْ ۖ وَجَعَلْنَا فِيْهَا فِجَا جًا سُبُلًا لَّعَلَّهُمْ يَهْتَدُوْنَ
"Dan Kami telah menjadikan di bumi ini gunung-gunung yang kukuh agar dia (tidak) guncang bersama mereka, dan Kami jadikan (pula) di sana jalan-jalan yang luas, agar mereka mendapat petunjuk."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 31)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَجَعَلْنَا السَّمَآءَ سَقْفًا مَّحْفُوْظًا ۚ وَهُمْ عَنْ اٰيٰتِهَا مُعْرِضُوْنَ
"Dan Kami menjadikan langit sebagai atap yang terpelihara, namun mereka tetap berpaling dari tanda-tanda (kebesaran Allah) itu (matahari, bulan, angin, awan, dan lain-lain)."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 32)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَهُوَ الَّذِيْ خَلَقَ الَّيْلَ وَا لنَّهَا رَ وَا لشَّمْسَ وَا لْقَمَرَ ۗ كُلٌّ فِيْ فَلَكٍ يَّسْبَحُوْنَ
"Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing beredar pada garis edarnya."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 33)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِّنْ قَبْلِكَ الْخُـلْدَ ۗ اَفَا۟ئِنْ مِّتَّ فَهُمُ الْخٰـلِدُوْنَ
"Dan Kami tidak menjadikan hidup abadi bagi seorang manusia sebelum engkau (Muhammad); maka jika engkau wafat, apakah mereka akan kekal?"
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 34)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوْكُمْ بِا لشَّرِّ وَا لْخَيْرِ فِتْنَةً ۗ وَاِ لَيْنَا تُرْجَعُوْنَ
"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 35)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَاِ ذَا رَاٰ كَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْۤا اِنْ يَّتَّخِذُوْنَكَ اِلَّا هُزُوًا ۗ اَهٰذَا الَّذِيْ يَذْكُرُ اٰلِهَـتَكُمْ ۚ وَهُمْ بِذِكْرِ الرَّحْمٰنِ هُمْ كٰفِرُوْنَ
"Dan apabila orang-orang kafir itu melihat engkau (Muhammad), mereka hanya memperlakukan engkau menjadi bahan ejekan. (Mereka mengatakan), "Apakah ini orang yang mencela Tuhan-Tuhanmu?" Padahal, mereka orang yang ingkar mengingat Allah Yang Maha Pengasih."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 36)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
خُلِقَ الْاِ نْسَا نُ مِنْ عَجَلٍ ۗ سَاُ ورِيْكُمْ اٰيٰتِيْ فَلَا تَسْتَعْجِلُوْنِ
"Manusia diciptakan (bersifat) tergesa-gesa. Kelak akan Aku perlihatkan kepadamu tanda-tanda (kekuasaan)-Ku. Maka janganlah kamu meminta Aku menyegerakannya."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 37)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَيَقُوْلُوْنَ مَتٰى هٰذَا الْوَعْدُ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
"Dan mereka berkata, "Kapankah janji itu (akan datang) jika kamu orang yang benar?""
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 38)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
لَوْ يَعْلَمُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا حِيْنَ لَا يَكُفُّوْنَ عَنْ وُّجُوْهِهِمُ النَّا رَ وَلَا عَنْ ظُهُوْرِهِمْ وَلَا هُمْ يُنْصَرُوْنَ
"Seandainya orang kafir itu mengetahui ketika mereka itu tidak mampu mengelakkan api neraka dari wajah dan punggung mereka, sedang mereka tidak mendapat pertolongan (tentulah mereka tidak meminta disegerakan)."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 39)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
بَلْ تَأْتِيْهِمْ بَغْتَةً فَتَبْهَتُهُمْ فَلَا يَسْتَطِيْعُوْنَ رَدَّهَا وَلَا هُمْ يُنْظَرُوْنَ
"Sebenarnya (hari Kiamat) itu akan datang kepada mereka secara tiba-tiba lalu mereka menjadi panik; maka mereka tidak sanggup menolaknya dan tidak (pula) diberi penangguhan (waktu)."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 40)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَلَـقَدِ اسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِّنْ قَبْلِكَ فَحَا قَ بِا لَّذِيْنَ سَخِرُوْا مِنْهُمْ مَّا كَا نُوْا بِهٖ يَسْتَهْزِءُوْنَ
"Dan sungguh, rasul-rasul sebelum engkau (Muhammad) pun telah diperolok-olokkan, maka turunlah (siksaan) kepada orang-orang yang mencemoohkan apa (rasul-rasul) yang selalu mereka perolok-olokkan."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 41)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
قُلْ مَنْ يَّكْلَـؤُكُمْ بِا لَّيْلِ وَا لنَّهَا رِ مِنَ الرَّحْمٰنِ ۗ بَلْ هُمْ عَنْ ذِكْرِ رَبِّهِمْ مُّعْرِضُوْنَ
"Katakanlah, "Siapakah yang akan menjaga kamu pada waktu malam dan siang dari (siksaan) Allah Yang Maha Pengasih?" Tetapi mereka enggan mengingat Tuhan mereka."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 42)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اَمْ لَهُمْ اٰلِهَةٌ تَمْنَعُهُمْ مِّنْ دُوْنِنَا ۗ لَا يَسْتَطِيْعُوْنَ نَـصْرَ اَنْفُسِهِمْ وَلَا هُمْ مِّنَّا يُصْحَبُوْنَ
"Ataukah mereka mempunyai Tuhan-Tuhan yang dapat memelihara mereka dari (azab) Kami? Tuhan-Tuhan mereka itu tidak sanggup menolong diri mereka sendiri dan tidak (pula) mereka dilindungi dari (azab) Kami."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 43)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
بَلْ مَتَّـعْنَا هٰۤؤُلَآ ءِ وَ اٰبَآءَهُمْ حَتّٰى طَا لَ عَلَيْهِمُ الْعُمُرُ ۗ اَفَلَا يَرَوْنَ اَنَّا نَأْتِى الْاَ رْضَ نَـنْقُصُهَا مِنْ اَطْرَا فِهَا ۗ اَفَهُمُ الْغٰلِبُوْنَ
"Sebenarnya Kami telah memberi mereka dan nenek moyang mereka kenikmatan (hidup di dunia) hingga panjang usia mereka. Maka apakah mereka tidak melihat bahwa Kami mendatangi negeri (yang berada di bawah kekuasaan orang kafir) lalu Kami kurangi luasnya dari ujung-ujung negeri. Apakah mereka yang menang?"
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 44)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
قُلْ اِنَّمَاۤ اُنْذِرُكُمْ بِا لْوَحْيِ ۖ وَلَا يَسْمَعُ الصُّمُّ الدُّعَآءَ اِذَا مَا يُنْذَرُوْنَ
"Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya aku hanya memberimu peringatan sesuai dengan wahyu." Tetapi orang tuli tidak mendengar seruan apabila mereka diberi peringatan."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 45)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَلَئِنْ مَّسَّتْهُمْ نَفْحَةٌ مِّنْ عَذَا بِ رَبِّكَ لَيَقُوْلُنَّ يٰوَيْلَنَاۤ اِنَّا كُنَّا ظٰلِمِيْنَ
"Dan jika mereka ditimpa sedikit saja azab Tuhanmu, pastilah mereka berkata, "Celakalah kami! Sesungguhnya kami termasuk orang yang selalu menzalimi (diri sendiri).""
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 46)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَنَضَعُ الْمَوَا زِيْنَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيٰمَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَـفْسٌ شَيْـئًـا ۗ وَاِ نْ كَا نَ مِثْقَا لَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ اَتَيْنَا بِهَا ۗ وَكَفٰى بِنَا حٰسِبِيْنَ
"Dan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit; sekalipun hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkannya (pahala). Dan cukuplah Kami yang membuat perhitungan."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 47)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَلَـقَدْ اٰتَيْنَا مُوْسٰى وَهٰرُوْنَ الْفُرْقَا نَ وَضِيَآءً وَّذِكْرًا لِّـلْمُتَّقِيْنَ
"Dan sungguh, Kami telah memberikan kepada Musa dan Harun, Al-Furqan (Kitab Taurat) dan penerangan serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa,"
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 48)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
الَّذِيْنَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِا لْغَيْبِ وَهُمْ مِّنَ السَّا عَةِ مُشْفِقُوْنَ
"(yaitu) orang-orang yang takut (azab) Tuhannya, sekalipun mereka tidak melihat-Nya, dan mereka merasa takut akan (tibanya) hari Kiamat."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 49)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَهٰذَا ذِكْرٌ مُّبٰرَكٌ اَنْزَلْنٰهُ ۗ اَفَاَ نْتُمْ لَهٗ مُنْكِرُوْنَ
"Dan ini (Al-Qur'an) adalah suatu peringatan yang mempunyai berkah yang telah Kami turunkan. Maka apakah kamu mengingkarinya?"
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 50)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَلَـقَدْ اٰتَيْنَاۤ اِبْرٰهِيْمَ رُشْدَهٗ مِنْ قَبْلُ وَ كُنَّا بِهٖ عٰلِمِيْنَ
"Dan sungguh, sebelum dia (Musa dan Harun) telah Kami berikan kepada Ibrahim petunjuk dan Kami telah mengetahui dia."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 51)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اِذْ قَا لَ لِاَ بِيْهِ وَقَوْمِهٖ مَا هٰذِهِ التَّمَا ثِيْلُ الَّتِيْۤ اَنْتُمْ لَهَا عٰكِفُوْنَ
"(Ingatlah), ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya dan kaumnya, "Patung-patung apakah ini yang kamu tekun menyembahnya?""
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 52)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
قَا لُوْا وَجَدْنَاۤ اٰبَآءَنَا لَهَا عٰبِدِيْنَ
"Mereka menjawab, "Kami mendapati nenek moyang kami menyembahnya.""
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 53)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
قَا لَ لَـقَدْ كُنْتُمْ اَنْتُمْ وَاٰ بَآ ؤُكُمْ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ
"Dia (Ibrahim) berkata, "Sesungguhnya kamu dan nenek moyang kamu berada dalam kesesatan yang nyata.""
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 54)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
قَا لُوْۤا اَجِئْتَـنَا بِا لْحَـقِّ اَمْ اَنْتَ مِنَ اللّٰعِبِيْنَ
"Mereka berkata, "Apakah engkau datang kepada kami membawa kebenaran atau engkau main-main?""
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 55)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
قَا لَ بَلْ رَّبُّكُمْ رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ الَّذِيْ فَطَرَهُنَّ ۖ وَاَ نَاۡ عَلٰى ذٰلِكُمْ مِّنَ الشّٰهِدِيْنَ
"Dia (Ibrahim) menjawab, "Sebenarnya Tuhan kamu ialah Tuhan (pemilik) langit dan bumi; (Dialah) yang telah menciptakannya; dan aku termasuk orang yang dapat bersaksi atas itu.""
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 56)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَ تَا للّٰهِ لَاَ كِيْدَنَّ اَصْنَا مَكُمْ بَعْدَ اَنْ تُوَلُّوْا مُدْبِرِيْنَ
"Dan demi Allah, sungguh, aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu setelah kamu pergi meninggalkannya."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 57)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
فَجَعَلَهُمْ جُذٰذًا اِلَّا كَبِيْرًا لَّهُمْ لَعَلَّهُمْ اِلَيْهِ يَرْجِعُوْنَ
"Maka dia (Ibrahim) menghancurkan (berhala-berhala itu) berkeping-keping, kecuali yang terbesar (induknya); agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 58)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
قَا لُوْا مَنْ فَعَلَ هٰذَا بِاٰ لِهَتِنَاۤ اِنَّهٗ لَمِنَ الظّٰلِمِيْنَ
"Mereka berkata, "Siapakah yang melakukan (perbuatan) ini terhadap Tuhan-Tuhan kami? Sungguh, dia termasuk orang yang zalim.""
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 59)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
قَا لُوْا سَمِعْنَا فَتًى يَّذْكُرُهُمْ يُقَا لُ لَهٗۤ اِبْرٰهِيْمُ
"Mereka (yang lain) berkata, "Kami mendengar ada seorang pemuda yang mencela (berhala-berhala ini), namanya Ibrahim.""
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 60)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
قَا لُوْا فَأْتُوْا بِهٖ عَلٰۤى اَعْيُنِ النَّا سِ لَعَلَّهُمْ يَشْهَدُوْنَ
"Mereka berkata, "(Kalau demikian) bawalah dia dengan diperlihatkan kepada orang banyak agar mereka menyaksikan.""
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 61)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
قَا لُوْۤا ءَاَنْتَ فَعَلْتَ هٰذَا بِاٰ لِهَتِنَا يٰۤاِ بْرٰهِيْمُ
"Mereka bertanya, "Apakah engkau yang melakukan (perbuatan) ini terhadap Tuhan-Tuhan kami, wahai Ibrahim?""
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 62)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
قَا لَ بَلْ فَعَلَهٗ ۖ كَبِيْرُهُمْ هٰذَا فَسْــئَلُوْهُمْ اِنْ كَا نُوْا يَنْطِقُوْنَ
"Dia (Ibrahim) menjawab, "Sebenarnya (patung) besar itu yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada mereka jika mereka dapat berbicara.""
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 63)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
فَرَجَعُوْۤا اِلٰۤى اَنْـفُسِهِمْ فَقَا لُوْۤا اِنَّكُمْ اَنْـتُمُ الظّٰلِمُوْنَ
"Maka mereka kembali kepada kesadaran mereka dan berkata, "Sesungguhnya kamulah yang menzalimi (diri sendiri).""
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 64)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
ثُمَّ نُكِسُوْا عَلٰى رُءُوْسِہِمْ ۚ لَـقَدْ عَلِمْتَ مَا هٰۤؤُلَآ ءِ يَنْطِقُوْنَ
"Kemudian mereka menundukkan kepala (lalu berkata), "Engkau (Ibrahim) pasti tahu bahwa (berhala-berhala) itu tidak dapat berbicara.""
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 65)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
قَا لَ اَفَتَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ مَا لَا يَنْفَعُكُمْ شَيْئًـا وَّلَا يَضُرُّكُمْ
"Dia (Ibrahim) berkata, "Mengapa kamu menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun dan tidak (pula) mendatangkan mudarat kepada kamu?"
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 66)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اُفٍّ لَّـكُمْ وَلِمَا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ
"Celakalah kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah! Tidakkah kamu mengerti?""
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 67)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
قَا لُوْا حَرِّقُوْهُ وَا نْصُرُوْۤا اٰلِهَتَكُمْ اِنْ كُنْتُمْ فٰعِلِيْنَ
"Mereka berkata, "Bakarlah dia dan bantulah Tuhan-Tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak berbuat.""
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 68)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
قُلْنَا يٰنَا رُ كُوْنِيْ بَرْدًا وَّسَلٰمًا عَلٰۤى اِبْرٰهِيْمَ
"Kami (Allah) berfirman, "Wahai api! Jadilah kamu dingin dan penyelamat bagi Ibrahim,""
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 69)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَاَ رَا دُوْا بِهٖ كَيْدًا فَجَعَلْنٰهُمُ الْاَ خْسَرِيْنَ
"dan mereka hendak berbuat jahat terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling rugi."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 70)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَنَجَّيْنٰهُ وَلُوْطًا اِلَى الْاَ رْضِ الَّتِيْ بٰرَكْنَا فِيْهَا لِلْعٰلَمِيْنَ
"Dan Kami selamatkan dia (Ibrahim) dan Luth ke sebuah negeri yang telah Kami berkahi untuk seluruh alam."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 71)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَوَهَبْنَا لَهٗۤ اِسْحٰقَ ۗ وَيَعْقُوْبَ نَا فِلَةً ۗ وَكُلًّا جَعَلْنَا صٰلِحِيْنَ
"Dan Kami menganugerahkan kepadanya (Ibrahim), Ishaq, dan Ya'qub sebagai suatu anugerah. Dan masing-masing Kami jadikan orang yang saleh."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 72)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَجَعَلْنٰهُمْ اَئِمَّةً يَّهْدُوْنَ بِاَ مْرِنَا وَاَ وْحَيْنَاۤ اِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْرٰتِ وَاِ قَا مَ الصَّلٰوةِ وَاِ يْتَآءَ الزَّكٰوةِ ۚ وَكَا نُوْا لَـنَا عٰبِدِيْنَ
"Dan Kami menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan Kami wahyukan kepada mereka agar berbuat kebaikan, melaksanakan sholat, dan menunaikan zakat, dan hanya kepada Kami mereka menyembah."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 73)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَلُوْطًا اٰتَيْنٰهُ حُكْمًا وَّعِلْمًا وَّنَجَّيْنٰهُ مِنَ الْقَرْيَةِ الَّتِيْ كَا نَتْ تَّعْمَلُ الْخَبٰٓئِثَ ۗ اِنَّهُمْ كَا نُوْا قَوْمَ سَوْءٍ فٰسِقِيْنَ
"Dan kepada Luth, Kami berikan hikmah dan ilmu dan Kami selamatkan dia dari (azab yang telah menimpa penduduk) kota yang melakukan perbuatan keji. Sungguh, mereka orang-orang yang jahat lagi fasik,"
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 74)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَاَ دْخَلْنٰهُ فِيْ رَحْمَتِنَا ۗ اِنَّهٗ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ
"dan Kami masukkan dia ke dalam rahmat Kami; sesungguhnya dia termasuk golongan orang yang saleh."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 75)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَنُوْحًا اِذْ نَا دٰى مِنْ قَبْلُ فَا سْتَجَبْنَا لَهٗ فَنَجَّيْنٰهُ وَاَ هْلَهٗ مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيْمِ
"Dan (ingatlah kisah) Nuh, sebelum itu, ketika dia berdoa. Kami perkenankan (doa)nya, lalu Kami selamatkan dia bersama pengikutnya dari bencana yang besar."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 76)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَنَصَرْنٰهُ مِنَ الْقَوْمِ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰ يٰتِنَا ۗ اِنَّهُمْ كَا نُوْا قَوْمَ سَوْءٍ فَاَ غْرَقْنٰهُمْ اَجْمَعِيْنَ
"Dan Kami menolongnya dari orang-orang yang telah mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang jahat, maka Kami tenggelamkan mereka semuanya."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 77)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَدَاوٗدَ وَسُلَيْمٰنَ اِذْ يَحْكُمٰنِ فِى الْحَـرْثِ اِذْ نَفَشَتْ فِيْهِ غَنَمُ الْقَوْمِ ۚ وَكُنَّا لِحُكْمِهِمْ شٰهِدِيْنَ
"Dan (ingatlah kisah) Daud dan Sulaiman, ketika keduanya memberikan keputusan mengenai ladang, karena (ladang itu) dirusak oleh kambing-kambing milik kaumnya. Dan Kami menyaksikan keputusan (yang diberikan) oleh mereka itu."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 78)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
فَفَهَّمْنٰهَا سُلَيْمٰنَ ۚ وَكُلًّا اٰتَيْنَا حُكْمًا وَّعِلْمًا ۖ وَّسَخَّرْنَا مَعَ دَاوٗدَ الْجِبَا لَ يُسَبِّحْنَ وَا لطَّيْرَ ۗ وَكُنَّا فٰعِلِيْنَ
"Maka Kami memberikan pengertian kepada Sulaiman (tentang hukum yang lebih tepat); dan kepada masing-masing Kami berikan hikmah dan ilmu, dan Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan Kamilah yang melakukannya."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 79)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَعَلَّمْنٰهُ صَنْعَةَ لَبُوْسٍ لَّـكُمْ لِتُحْصِنَكُمْ مِّنْۢ بَأْسِكُمْ ۚ فَهَلْ اَنْـتُمْ شٰكِرُوْنَ
"Dan Kami ajarkan (pula) kepada Daud cara membuat baju besi untukmu, guna melindungi kamu dalam peperanganmu. Apakah kamu bersyukur (kepada Allah)?"
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 80)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَلِسُلَيْمٰنَ الرِّيْحَ عَا صِفَةً تَجْرِيْ بِاَ مْرِهٖۤ اِلَى الْاَ رْضِ الَّتِيْ بٰرَكْنَا فِيْهَا ۗ وَكُنَّا بِكُلِّ شَيْءٍ عٰلِمِيْنَ
"Dan (Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami beri berkah padanya. Dan Kami Maha Mengetahui segala sesuatu."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 81)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَمِنَ الشَّيٰطِيْنِ مَنْ يَّغُوْصُوْنَ لَهٗ وَيَعْمَلُوْنَ عَمَلًا دُوْنَ ذٰلِكَ ۚ وَكُنَّا لَهُمْ حٰفِظِيْنَ
"Dan (Kami tundukkan pula kepada Sulaiman) segolongan setan-setan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mereka mengerjakan pekerjaan selain itu; dan Kami yang memelihara mereka itu,"
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 82)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَاَ يُّوْبَ اِذْ نَا دٰى رَبَّهٗۤ اَنِّيْ مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَاَ نْتَ اَرْحَمُ الرّٰحِمِيْنَ
"dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, "(Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.""
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 83)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
فَا سْتَجَبْنَا لَهٗ فَكَشَفْنَا مَا بِهٖ مِنْ ضُرٍّ وَّاٰتَيْنٰهُ اَهْلَهٗ وَمِثْلَهُمْ مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنْ عِنْدِنَا وَذِكْرٰى لِلْعٰبِدِيْنَ
"Maka Kami kabulkan (doa)nya lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan (Kami lipat gandakan jumlah mereka) sebagai suatu rahmat dari Kami, dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Kami."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 84)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَاِ سْمٰعِيْلَ وَاِ دْرِيْسَ وَذَا الْكِفْلِ ۗ كُلٌّ مِّنَ الصّٰبِرِيْنَ
"Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris, dan Zulkifli. Mereka semua termasuk orang-orang yang sabar,"
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 85)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَاَ دْخَلْنٰهُمْ فِيْ رَحْمَتِنَا ۗ اِنَّهُمْ مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ
"dan Kami masukkan mereka ke dalam rahmat Kami. Sungguh, mereka termasuk orang-orang yang saleh."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 86)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَ ذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَا ضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّـقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَا دٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّاۤ اِلٰهَ اِلَّاۤ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ
"Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya, maka dia berdoa dalam keadaan yang sangat gelap, "Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.""
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 87)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
فَا سْتَجَبْنَا لَهٗ ۙ وَنَجَّيْنٰهُ مِنَ الْـغَمِّ ۗ وَكَذٰلِكَ نُـنْجِى الْمُؤْمِنِيْنَ
"Maka Kami kabulkan (doa)nya dan Kami selamatkan dia dari kedukaan. Dan demikianlah Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 88)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَزَكَرِيَّاۤ اِذْ نَا دٰى رَبَّهٗ رَبِّ لَا تَذَرْنِيْ فَرْدًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْوٰرِثِيْنَ
"Dan (ingatlah kisah) Zakaria, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri (tanpa keturunan) dan Engkaulah ahli waris yang terbaik.""
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 89)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
فَا سْتَجَبْنَا لَهٗ ۖ وَوَهَبْنَا لَهٗ يَحْيٰى وَاَ صْلَحْنَا لَهٗ زَوْجَهٗ ۗ اِنَّهُمْ كَا نُوْا يُسٰرِعُوْنَ فِيْ الْخَيْـرٰتِ وَ يَدْعُوْنَـنَا رَغَبًا وَّرَهَبًا ۗ وَكَا نُوْا لَنَا خٰشِعِيْنَ
"Maka Kami kabulkan (doa)nya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya, dan Kami jadikan istrinya (dapat mengandung). Sungguh, mereka selalu bersegera dalam (mengerjakan) kebaikan dan mereka berdoa kepada Kami dengan penuh harap dan cemas. Dan mereka orang-orang yang khusyuk kepada Kami."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 90)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَا لَّتِيْۤ اَحْصَنَتْ فَرْجَهَا فَـنَفَخْنَا فِيْهَا مِنْ رُّوْحِنَا وَ جَعَلْنٰهَا وَا بْنَهَاۤ اٰيَةً لِّـلْعٰلَمِيْنَ
"Dan (ingatlah kisah Maryam) yang memelihara kehormatannya lalu Kami tiupkan (ruh) dari Kami ke dalam (tubuh)nya; Kami jadikan dia dan anaknya sebagai tanda (kebesaran Allah) bagi seluruh alam."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 91)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اِنَّ هٰذِهٖۤ اُمَّتُكُمْ اُمَّةً وَّا حِدَةً ۖ وَّاَنَاۡ رَبُّكُمْ فَا عْبُدُوْنِ
"Sungguh, (agama tauhid) inilah agama kamu, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu maka sembahlah Aku."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 92)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَتَقَطَّعُوْۤا اَمْرَهُمْ بَيْنَهُمْ ۗ كُلٌّ اِلَـيْنَا رٰجِعُوْنَ
"Tetapi mereka terpecah belah dalam urusan (agama) mereka di antara mereka. Masing-masing (golongan itu semua) akan kembali kepada Kami."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 93)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
فَمَنْ يَّعْمَلْ مِنَ الصّٰلِحٰتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَا كُفْرَا نَ لِسَعْيِهٖ ۚ وَاِ نَّا لَهٗ كٰتِبُوْنَ
"Barang siapa mengerjakan kebajikan dan dia beriman maka usahanya tidak akan diingkari (disia-siakan), dan sungguh, Kamilah yang mencatat untuknya."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 94)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَ حَرٰمٌ عَلٰى قَرْيَةٍ اَهْلَكْنٰهَاۤ اَنَّهُمْ لَا يَرْجِعُوْنَ
"Dan tidak mungkin bagi (penduduk) suatu negeri yang telah Kami binasakan, bahwa mereka tidak akan kembali (kepada Kami)."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 95)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
حَتّٰۤى اِذَا فُتِحَتْ يَأْجُوْجُ وَمَأْجُوْجُ وَهُمْ مِّنْ كُلِّ حَدَبٍ يَّنْسِلُوْنَ
"Hingga apabila (tembok) Ya'juj dan Ma'juj dibukakan dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 96)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَا قْتَـرَبَ الْوَعْدُ الْحَـقُّ فَاِ ذَا هِيَ شَا خِصَةٌ اَبْصَا رُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا ۗ يٰوَيْلَنَا قَدْ كُنَّا فِيْ غَفْلَةٍ مِّنْ هٰذَا بَلْ كُـنَّا ظٰلِمِيْنَ
"Dan (apabila) janji yang benar (hari Berbangkit) telah dekat, maka tiba-tiba mata orang-orang yang kafir terbelalak. (Mereka berkata), "Alangkah celakanya kami! Kami benar-benar lengah tentang ini, bahkan kami benar-benar orang yang zalim.""
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 97)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ حَصَبُ جَهَـنَّمَ ۗ اَنْـتُمْ لَهَا وَا رِدُوْنَ
"Sungguh, kamu (orang kafir) dan apa yang kamu sembah selain Allah adalah bahan bakar Jahanam. Kamu (pasti) masuk ke dalamnya."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 98)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
لَوْ كَا نَ هٰۤؤُلَآ ءِ اٰلِهَةً مَّا وَرَدُوْهَا ۗ وَكُلٌّ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
"Seandainya (berhala-berhala) itu Tuhan, tentu mereka tidak akan memasukinya (neraka). Tetapi semuanya akan kekal di dalamnya."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 99)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
لَهُمْ فِيْهَا زَفِيْرٌ وَّهُمْ فِيْهَا لَا يَسْمَعُوْنَ
"Mereka merintih dan menjerit di dalamnya (neraka) dan mereka di dalamnya tidak dapat mendengar."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 100)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اِنَّ الَّذِيْنَ سَبَقَتْ لَهُمْ مِّنَّا الْحُسْنٰۤى ۙ اُولٰٓئِكَ عَنْهَا مُبْعَدُوْنَ
"Sungguh, sejak dahulu bagi orang-orang yang telah ada (ketetapan) yang baik dari Kami, mereka itu akan dijauhkan (dari neraka)."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 101)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
لَا يَسْمَعُوْنَ حَسِيْسَهَا ۚ وَهُمْ فِيْ مَا اشْتَهَتْ اَنْفُسُهُمْ خٰلِدُوْنَ
"Mereka tidak mendengar bunyi desisnya (api neraka) dan mereka kekal dalam (menikmati) semua yang mereka inginkan."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 102)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
لَا يَحْزُنُهُمُ الْـفَزَعُ الْاَ كْبَرُ وَتَتَلَقّٰٮهُمُ الْمَلٰٓئِكَةُ ۗ هٰذَا يَوْمُكُمُ الَّذِيْ كُنْـتُمْ تُوْعَدُوْنَ
"Kejutan yang dahsyat tidak membuat mereka merasa sedih dan para malaikat akan menyambut mereka (dengan ucapan), "Inilah harimu yang telah dijanjikan kepadamu.""
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 103)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
يَوْمَ نَـطْوِى السَّمَآءَ كَطَـيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِ ۗ كَمَا بَدَأْنَاۤ اَوَّلَ خَلْقٍ نُّعِيْدُهٗ ۗ وَعْدًا عَلَيْنَا ۗ اِنَّا كُنَّا فٰعِلِيْنَ
"(Ingatlah) pada hari langit Kami gulung seperti menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya lagi. (Suatu) janji yang pasti Kami tepati; sungguh, Kami akan melaksanakannya."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 104)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَلَـقَدْ كَتَبْنَا فِى الزَّبُوْرِ مِنْۢ بَعْدِ الذِّكْرِ اَنَّ الْاَ رْضَ يَرِثُهَا عِبَا دِيَ الصّٰلِحُوْنَ
"Dan sungguh, telah Kami tulis di dalam Zabur setelah (tertulis) di dalam Az-Zikr (Lauh Mahfuz), bahwa bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba-Ku yang saleh."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 105)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اِنَّ فِيْ هٰذَا لَبَلٰغًا لِّـقَوْمٍ عٰبِدِيْنَ
"Sungguh, (apa yang disebutkan) di dalam (Al-Qur'an) ini benar-benar menjadi petunjuk (yang lengkap) bagi orang-orang yang menyembah (Allah)."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 106)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَمَاۤ اَرْسَلْنٰكَ اِلَّا رَحْمَةً لِّـلْعٰلَمِيْنَ
"Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad) melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi seluruh alam."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 107)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
قُلْ اِنَّمَا يُوْحٰۤى اِلَيَّ اَنَّمَاۤ اِلٰهُكُمْ اِلٰـهٌ وَّا حِدٌ ۚ فَهَلْ اَنْـتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
"Katakanlah (Muhammad), "Sungguh, apa yang diwahyukan kepadaku ialah bahwa Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa, maka apakah kamu telah berserah diri (kepada-Nya)?""
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 108)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
فَاِ نْ تَوَلَّوْا فَقُلْ اٰذَنْـتُكُمْ عَلٰى سَوَآءٍ ۗ وَاِ نْ اَدْرِيْۤ اَقَرِيْبٌ اَمْ بَعِيْدٌ مَّا تُوْعَدُوْنَ
"Maka jika mereka berpaling maka katakanlah (Muhammad), "Aku telah menyampaikan kepadamu (ajaran) yang sama (antara kita) dan aku tidak tahu apakah yang diancamkan kepadamu itu sudah dekat atau masih jauh.""
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 109)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
اِنَّهٗ يَعْلَمُ الْجَـهْرَ مِنَ الْقَوْلِ وَيَعْلَمُ مَا تَكْتُمُوْنَ
"Sungguh, Dia (Allah) mengetahui perkataan (yang kamu ucapkan) dengan terang-terangan dan mengetahui (pula) apa yang kamu rahasiakan."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 110)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
وَاِ نْ اَدْرِيْ لَعَلَّهٗ فِتْنَةٌ لَّـكُمْ وَمَتَا عٌ اِلٰى حِيْنٍ
"Dan aku tidak tahu, boleh jadi hal itu cobaan bagi kamu dan kesenangan sampai waktu yang ditentukan."
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 111)
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
قٰلَ رَبِّ احْكُمْ بِا لْحَـقِّ ۗ وَرَبُّنَا الرَّحْمٰنُ الْمُسْتَعَا نُ عَلٰى مَا تَصِفُوْنَ
"Dia (Muhammad) berkata, "Ya Tuhanku, berilah keputusan dengan adil. Dan Tuhan kami Maha Pengasih, tempat memohon segala pertolongan atas semua yang kamu katakan.""
(QS. Al-Anbiya 21: Ayat 112)
Komentar
Posting Komentar